Follow

MATEMATIKA DAN BUDDHISME

Buddha mengajarkan kepada umat manusia: “Tidak ada apa-apa (ah-nate-sa). “pernyataan ini dinyatakan oleh Buddha dengan jari tlunjuk dan jempol yang membuat sebuah lingkaran. Sungguh suatu kemiripan dengan lambang bilangan nol.

PAPER (Pentingnya Teknologi)

Pada kehidupan saat ini, manusia merupakan salah satu bagian yang tidak terlepas dari teknologi informasi. Setiap hari manusia tidak terlepas dari penggunaan teknologi itu sendiri.

This is default featured slide 3 title

“Menaklukkan diri sendiri sesungguhnya lebih baik daripada menaklukkan makhluk lain; orang yang telah menaklukkan dirinya sendiri selalu dapat mengendalikan diri”

Pendidikan Karakter

MAKALAH SUTTA TEMATIK PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS AGAMA BUDDHA

KISAH DHAMMA INSPIRATIF

Belajar Dhamma sangat baik bagi kita sebagai umat Buddha. Yang paling mudah tentulah datang ke vihara setempat untuk mengikuti kebaktian agama Buddha dan mendengarkan kotbah Dhamma yang disampaikan.

Kamis, 21 April 2016

Lagu Indahnya Dhammamu

Silahkan Download lagu Buddhis ini kawan
Download Indahnya Dhammamu Klik disini 

Jumat, 08 April 2016

Kisah Dhamma Inspiratif



“KISAH DHAMMA INSPIRATIF”
 Oleh : Mujiyanto

Belajar Dhamma sangat baik bagi kita sebagai umat Buddha. Yang paling mudah tentulah datang ke vihara setempat untuk mengikuti kebaktian agama Buddha dan mendengarkan kotbah Dhamma yang disampaikan. Demikian jika kita sering melakukan hal kecil maka akan menumbuhkan keyakinan dalam diri.  Ajaran Sang Buddha sangatlah universal untuk dipelajari siapa saja, karena Sang Buddha mengajarkan ‘ehipassiko’ (datang dan lihatlah). Dhamma tidak dipercaya begitu saja, tetapi untuk dijalankan dalam kehidupan sehari-hari sehingga seseorang dapat mengalami sendiri kebenaran Dhamma.
Semakin seseorang menjalankan Dhamma, semakin akan merasakan kebenaran Dhamma, dan semakin berkembang keyakinannya terhadap ajaran Buddha. Dengan demikian, orang yang menjalankan Dhamma akan merasakan kebahagiaan sebagai buah melaksanakan Dhamma. Maka dari itu dikatakan bahwa Dhamma itu indah pada awalnya, indah pada pertengahannya, dan indah pada akhirnya.
Dhamma sebagai sumber inspirasi bagi seseorang dalam menjalani kehidupan, karena setiap kali seseorang yang mengalami suatu masalah, tanggungjawab besar, tugas, musibah, dan segalanya maka seseorang itu akan sadar dalam menjalani kehidupan itu karena telah memiliki keyakinan penuh serta pengetahuan yang benar mengenai Dhamma. Manfaat mendengarkan Dhamma bagi seseorang yaitu dapat mengetahui Ajaran Buddha yang sebelumnya tidak diketahui, akan melenyapkan kekurangpahaman, menghilangkan keragu-raguan, menambah keyakinan, memiliki pandangan benar, serta batin menjadi tenang dan bahagia.
Ada sebuah kisah nyata dari kehidupan satu keluarga, tepatnya di Ds.Bleber, kec.Cluwak Kab.Pati –Jateng.
Bermula dari kisah sebuah keluarga yang dulunya sangat bahagia dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Keluarga itu terdiri dari 6 anggota keluarga yaitu Arisman (bapak), Suwarni (Ibu), Supri (nenek/ibu dari Suwarni), Dani (anak pertama), Reva (anak kedua), dan Tena (anak ketiga). Keluarga ini menjalani kehidupan dengan berpisah dari keluarganya dari Arisman yang bekerja diluar daerah tepatnya di Lampung yang meninggalkan keluarganya, sedangkan anak pertama Dani yang bersekolah di Jepara (SMP) sehingga dari seluruh anggota sulit untuk berkumpul bersama dan hanya mencapai kebahagiaan jarak jauh (LDR).
          Suatu ketika musibah besar menimpa dari keluarga tersebut, dimana sang ayah (Arisman) meninggal dunia di Lampung akibat terserang penyakit parah. Mendengar berita tersebut keluarga merasa terpukul, merasa tak ada harapan dalam menjalani hidup ini karena hanya sang ayah yang menjadi tulang punggung dari keluarga. Ketika jenasah sudah tiba di Pati semua keluarga merasa tidak percaya dengan kejadian itu, tetapi tak ada yang dapat dilakukan lagi semuanya sudah terjadi.
          Dengan peristiwa tersebut memberikan pukulan terberat bagi pihak keluarga yang ditinggalkan terutama sang istri (Suwarni) yang harus berpikir lebih keras untuk mencari nafkah demi menghidupi ibu dan ketiga anaknya. Akhirnya Suwarni memutuskan untuk meninggalkan keluarganya demi mengadu nasib di Taiwan, dengan pemikiran supaya dapat memperoleh banyak uang dan merubah kehidupannya yang berat. Ratap tangis kembali terulang ketika keluarga ini harus berpisah, dimana Suwarni harus rela meninggalkan Ibu dan katiga anaknya yang masih kecil. Tak kuat menahan tangis akibat Suwarni harus meninggalkan anak ke-3 nya yang masih berusia 7 bulan, tetapi dengan keyakinan dan keteguhan hati Suwarni memilih hal tersebut.
          Dua tahun sudah Suwarni mengadu nasib di Taiwan,  dia kembali untuk ke Kampung halamannya untuk bertemu keluarganya. Semua sudah berubah, dimana ketiga anaknya yang dirawat neneknya sudah tumbuh besar. Mengetahui hal itu Suwarni senang sekali dan bersemangat untuk selalu bekerja, dan bekerja demi menyekolahkan anaknya. Suwarni yang dikenal sebagai wanita yang tabah, memiliki keyakinan kuat akan Dharma, rajin ke Vihara dan rajin berdana di Vihara maupun kepada anggota sangha. Semangatnya bertambah ketika dia mampu berdana Jubah tiap event hari raya umat Buddha kepada anggota Sangha (meskipun berada jauh di Taiwan). Dan juga ia sangat gembira sekali ketika bertemu dengan anggota sangha dan dapat berdana makanan di rumahnya. Pertemuan yang pertama kali dan seumur hidup baru sekali dia bertemu dengan anggota sangha, hal ini tidak disia siakan oleh Suwarni untuk berdiskusi tentang masalah kehidupannya serta meminta inspirasi akan pengetahuan Dhamma yang lebih dari anggota sangha itu. Kesempatan sehari itu dia menceritakan segala hal yang menjadi beban dia dalam melakukan hal yang baik demi membahagiakan keluargannya. Di dalam kesempatan itu anggota sangha memberi suatu Dhamma kepada keluarga Suwarni, serta motivasi yang kuat kepada Suwarni.
          Suwarni mendapatkan sebuah semangat baru, inspirasi dari Dhamma yang disampaikan oleh anggota sangha tersebut. Akhirnya Suwarni kembali bekerja ke Taiwan untuk mencari nafkah demi mencukupi kebutuhan keluargannya. Setiap kali pulang kampung Suwarni tidak lupa untuk berdana ke Vihara, dan juga kepada anggota sangha setiap kali ada perayaan Khatina. Perilaku baik inilah yang selalu dibiasakan oleh Suwarni dan selalu diterapkan kepada anak-anaknya, karena Suwarni berharap anak-anaknya menjadi anak yang selalu jujur, rajin kevihara, serta berbuat baik, dan menjadi anak yang bisa berguna bagi keluargannya meskipun tanpa ada pendidikan dari sesosok ayah.
Dalam kisah ini sangat memberi inspirasi bagi Suwarni ketika dia mampu melaksanakan Dhamma yang telah disampaikan kepadanya. Selain itu cerita ini juga menajak kita untuk selalu bersyukur, dan semangat ketika kita sering mendengarkan  Dhamma, dan selau melakukan sesuatu hal yang dapat merubah hidup kita sesuai dengan pedoman Dhamma. Seperti kisah Suwarni yang bekerja di luar negeri, ia jarang memperoleh pengetahuan akan Dharma yang lebih saat dia meninggalkan Indonesia. Tetapi, hal lain merubah pola pikirnya untuk selalu semangat ketika dia mendapatkan sebuah inspirasi dan motivasi dari anggota Sangha yang pada saat itu bertemu meskipun hanya beberapa jam.


Rabu, 09 Maret 2016

Matematika dan Buddhisme


MATEMATIKA DAN BUDDHISME
 
Asal Mula Bilangan Nol
Penemu lambang bilangan nol tidak dapat diketehui lagi, namun penelitian sejarah membuktikan bahwa bangsa india yang pertama kali mengembangkannya (Encyclopedia Britannica). Penemu angka nol ini erat kaitannya dalam rangka menjelaskan konsep mengenai “ketiadaan”. Ketiadaan merupakan suatu konsepsi yang sulit bagi para pemikir di zaman kuno. Ketiadaan dilipatgandakan berapa kali saja tetap merupakan ketiadaan.
Lambang bilangan nol kemudian diambil alih dalam lambang bilangan Hindu Arab (keturunan lambang bilangan India Kuno) yang merupakan nenek moyang bagi lambang bilangan yang kita kenal sekarang ini. Hal yang menarik adalah bahwa ternyata bangsa barat dapat dikatakan “terlambat” dalam mengenali lambang bilangan nol ini.
Bangsa Barat baru mengenali lambang bilangan Hindu Arab (dan tentunya juga angka nol) pada sekitar abad ke-12, dimana sebelumnya mereka menggunakan lambang bilangan romawi yang tidak mempunyai angka nol. Salah seorang yang mempopulerkan penggunaan lambang bilangan hindu Arab tersebut adalah Fibonacci (1170-1250), yang juga terkenal dengan deretnya (Deret Fibonacci). Ia adalah seorang ahli matematika Italia yang lahir dan wafat di pisa. Fibonacci, dalam bukunya berjudul Liber Abaci, menggunakan kesembilan lambang bilangan Hindu Arab yakni: 1, 2,3,4,5,6, 7, 8, 9 bersama dengan 0. Namun penggunaanya belumlah begitu meluas di kalangan para ahli matematika hingga abad ke-16 dan ke-17 dalam masa Renaisans. Cardan (1500), seorang ahli matematika, menemukan bahwa memecahkan peramaan kubik (pangkat tiga) dan kuadrat menjadi lebih mudah dengan melibatkan bilangan nol yang kemudian makin populer pada sekitar tahun 1600-an.
Penggunaan lambang bilangan baru tersebut telah mempercepat kemajuan sains di Eropa. Kita tidak dapat membayangkan seandainya konstanta Planck haru ditulis dengan angka romawi, atau menuliskan jarak antara galaksi dengan lambang bilangan yang sama. Elain itu, angka Romawi memiliki keterbatasan sehingga tidak dapat digunakan untuk menuliskan angka-angka yang luar biasa besarnya. Kita ambil contoh 1.000.000.000.000.000.000.000.000 atau suatu angka yang mengandung 24 angka nol yang tidak dapat dituliskan dengan lambang bilangan Romawi.
Bahkan angka yang relatif kecil saja sudah sulit ditulis dalam angka Romawi. Sebagai contoh, 1998 ditulis dengan MCMXCVIII;2000 dengan MM. Bisakah anda menghitung angka dengan menggunakan simbol angka Romawi ini?
Sistem lambang bilangan Hindu Arab juga berkaitan  dengan sistem penulisan desimal yang kita kenal sekarang  yaitu dengan menggunakan sistem tempat dalam menuliskan lambang bilangan sebagai contoh kita ambil angka 4.256. Angka enam yang pertama dari belakang disebut satuan karena hanya mewakili 6 sebagai suatu kesatuan. Angka lima pada tempat kedua dari belakang disebut puluhan, karena mewakili 5 kali 10. Angka berikutnya disebut ratusan, karena mewakili 2 kali 100, dan angka empat yang paling depan disebut ribuan karena mewakili 4 dikali 1000. Dengan demikian 4.256 berarti 6 ditambah 50 ditambah 200 ditambah 4000. Sungguh suatu bentuk penulisan yang praktis.
Lambang bilangan Hindu Arab dapat pula digunakan untuk menuliskan angka hingga mencapai ketakterhinggaan. Salah satu contoh praktis adalah dengan cara menambahkan satu angka nol dibelakang sebuah angka lainnya sehingga jumlahnya akan secara otomatis bertambah sepuluhy kali lipat (10 ditambah satu angka nol menjadi 100, ditambah satu angka nol lagi menjadi 1000 dan demikian seterusnya hingga tak terbatas). Inilah keunggulan lambang bilangan Hindu Arab dibandingkan dengan lambang bilangan Romawi.
            Buddha mengajarkan kepada umat manusia: “Tidak ada apa-apa (ah-nate-sa). “pernyataan ini dinyatakan oleh Buddha dengan jari tlunjuk dan jempol  yang membuat sebuah lingkaran. Sungguh suatu kemiripan dengan lambang bilangan nol.
http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html